Rabu, 04 Juni 2014

Karya Tulis Ilmiah



PEMAKAIAN KATA DALAM KARYA ILMIAH
MAKALAH
     Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan laporan tertulis dari penelitian dan analisis ilmiah yang disajikan dengan tatacara ilmiah yang baku dan standar.[1] Sebuah karya tulis yang dapat dikatakan memiliki karakter ilmiah jika dalam penggunaan bahasa dan teknik penulisannya memenuhi standar baku yang diakui oleh masyarakat akademik. Dalam masalah ini persoalan yang akan dibahas terkait tentang memahami ketentuan-ketentuan suatu karya ilmiah. Sehingga karya tulis ilmiah yang baik, disamping merupakan  produk dari peneltian yang akurat, dan harus disajikan dengan teknik-teknik yang standar serta dilakukan sesuai atau norma-norma yang berlaku.[2]
Diksi adalah pilihan kata untuk menyatakan sesuatu. Diksi atau pilihan kata pada dasarnya adalah upaya hasil pemilihan kata tertentu yang digunakan dalam kalimat, alinea dan wacana. Diksi atau pemilihan kata adalah salah satu unsur yang sanngat penting dalam dunia karang mengarang maupun dunia berbicara setiap harinya. Seperti yang kita ketahui dalam karya tulis ilmiah harus menggunakan bahasa yang tepat, jelas dan dapat difahami pembaca. Dalam memahami kata tersebut seorang penulis
A.    Rumusan Masalah
1.     Apakah yang dimaksud dengan pemilihan kata?
2.     Apakah jenis-jenis kata?
3.     Apa saja kesalahan-kesalahan pemilihan kata yang sering terjadi dalam karya tulis ilmiah?


A.    Pengertian Pemilihan Kata
     Pemilihan kata atau juga disebut dengan diksi adalah ketepatan pilihan kata untuk menyatakan sesuatu. Yang pada dasarnya adalah hasil upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea atau wacana. Dalam pemilihan kata yang sangat berpengaruh dalam arti atau makna ada hubungannya antara tanda berupa lambang bunyi-ujara dengan hal atau barang yang dimaksudkan. Dan makna sebuah kata atau sebuah kalimat adalah makna yang tidak selalu bisa berdiri sendiri.
B.    Jenis-Jenis Kata
Menurut ciri atau karakteristiknya, kata terbagi dalam beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:
1.     Kata benda (nomina).
Adalah kata yang mengacu pada manusia, benda, konsep atau pengertian. Kata benda terbagi menjadi dua, yaitu:
a.      Kata benda konkrit. Contoh: gambar, meja, langit.
b.     Kata benda abstrak. Contoh : keadilan, pujian, pembangunan.
2.     Kata kerja atau verba.
Adalah kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan, tindakan, proses atau keadaan
Jenis-jenis kata kerja:
a.      Berdasarkan bentuknya
-        Kata kerja berimbuhan. Contoh: mengajar, memperhatikan.
-        Kata tak berimbuhan. Contoh: mandi, bangun, naik.
b.     Berdasarkan aktif tidaknya subjek dalam kalimat.
-        Kata kerja aktif. Contoh: menangis, membawa, pergi.
-        Kata kerja pasif. Contoh: dipukul, ditangisi, terbawa.
c.      Berdasarkan butuh tidaknya terhadap objek.
-        Kata kerja transitif. Contoh: membaca, memukul.
-        Kata kerja intensitif. Contoh; tidur, pulang.
d.     Berdasarkan ada tidaknya pertikel atau kata tugas atau kata depan.
-        Kata kerja berpartikel. Contoh: akan, tentang, dengan, atas, terhadap, dan sebagainya.
-        Kata kerja tak berpartikel. Contoh: membunuh, dimarahi, pulang.
3.     Kata sifat atau adjektiva.
Adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat keadaan orang lain, benda atau binatang.
Contoh: surat ini dipersembahkan untuk Umi Nafiah yang cantik
4.     Menggunakan kata depan, penghubung, sandang dan seru.
a.      Kata depan atau preposisi.
Adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frase preposisional.
Contoh: Lia belajar sebelum maghrib
b.     Kata penghubung atau konjungsi.
Adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa, kalimat, atau paragraf.
Contoh: Hari ini ayahnya sakit sehingga dia tidak hadir
c.      Kata sandang
Adalah kata yang membatasi makna jumlah kata benda.
Contoh: Sang Raja dari Kediri telah datang.
d.     Kata seru atau interjektif
Adalah kata yang mencetuskan perasaan manusia, luapan emosi, peniru bunyi.
Contoh: astaga mengapa dia disini?
5.     Kata sapaan
Adalah  kata yang digunakaan untuk menagur (mengajak bercakap-cakap atau berbicara).
Contoh: selamat pagi profesor!
6.     Kata baku
Adalah kata yang penulisan dan pengucapannya sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Contoh: Apotek ceria hari ini tutup.
7.     HIPONIM, HIPERNIM, HOMONIM, dan POLISEMI
a.      Hiponim adalah kata yang maknanya sudah terangkum oleh kata yang lebih luas maknanya.
Contoh: Melati putih sangat harum.
b.     Hipernim adalah kata yang umum. Kata yang maknanya mencakup hal-hal umum dan menyangkut aspek-aspek yang lebih luas.
Contoh: Aku membeli bunga dipasar.
c.      Homonim adalah kata yang sama ejaan atau lafalnya tetapi memiliki makna yang berbeda.
Contoh: Dia bisa bermain gitar. (bisa berarti dapat)
Ular kobra itu berbisa. (bisa berarti racun)
d.     Polisemi adalah kata yang mempunyai makna yang berbeda-beda karena terjadi pergeseran makna atau tafsiran.
Contoh: Dia jatuh sakit. (menderita)
Uangnya jatuh ke sungai. (hilang)
8.     Kata konotasi dan denotasi
a.      Konotasi adalah makna kata yang tidak sesunggunya.
Contoh: agar dia senang bawakan amplop yang tebal. (uang)
b.     Denotasi adalah makna kata yang sesungguhnya.
Contoh: surat itu baru dibungkus didalam amplop. (amplop)
9.     Kata ulang
Adalah kata yang pemakaiannya di ulang dua kali.
Contoh: mereka berkumpul-kumpul dengan gembira.
10.  Akronim
Singkatan yang dipendekkan dari satu huruf atau lebih.
Contoh: Muh.Yamin
C.    Kesalahan-kesalahan umum yang terjadi pada pemilihan kata
Diksi dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)”..

1.     Kesalahan dalam menggabungkan dalam kata dasar dengan imbuhan
TERTULIS
SEHARUSNYA
Menterjemahkan
Menerjemahkan
Memparkir
Memarkir
Menselaraskan
Menyelaraskan
2.     Menghilangkan imbuhan pada kata yang seharusnya berimbuhan
Contoh:
Kami akan musyawarah untuk menentukan jalan keluar dari masalah itu. Seharusnya: Kami akan bermusyawarah untuk menentukan jalan keluar dari masalah itu.
3.     Kesalahn dalam menuliskan gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran
Contoh:
Frasa
Bentukan yang tepat
Bentukan yang tidak tepat
Lipat ganda
Melipatgandakan
Melipat gandakan
Ikut serta
Mengikutsertakan
Mengikut sertakan

4.     Kesalahn dalam menggunakan imbuhan serapan dari bahasa asing
Contoh: Analisa seharusnya Analisis
Aktifitas seharusnya aktivitas
5.     Kesalahan dalam menggunakan kata tugas dan kata tanya
Contoh:
Restoran yang akan kita bangun dilingkungan kampus akan membantu daripada  praktik mahasiswa. Kata daripada seharusnya dihilangkan.
6.     Kesalahan dalam menggunakan kata ganti orang
Contoh:
Maaf Pak Dani kita datang ke kempung ini hanya merepotkan Bapak dan penduduk kampung lainnya. Kata kita seharusnya kami.  Diksi dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)”..


                                                                                  


[1] TIM Revisi Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STAIN Kediri, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (STAIN Kediri, 2013), 1.
[2] Ibid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar