PEMAKAIAN KATA DALAM KARYA ILMIAH
MAKALAH
Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan laporan
tertulis dari penelitian dan analisis ilmiah yang disajikan dengan tatacara
ilmiah yang baku dan standar.[1]
Sebuah karya tulis yang dapat dikatakan memiliki karakter ilmiah jika dalam
penggunaan bahasa dan teknik penulisannya memenuhi standar baku yang diakui
oleh masyarakat akademik. Dalam masalah ini persoalan yang akan dibahas terkait
tentang memahami ketentuan-ketentuan suatu karya ilmiah. Sehingga karya tulis
ilmiah yang baik, disamping merupakan
produk dari peneltian yang akurat, dan harus disajikan dengan
teknik-teknik yang standar serta dilakukan sesuai atau norma-norma yang
berlaku.[2]
Diksi adalah pilihan kata untuk menyatakan
sesuatu. Diksi atau pilihan kata pada dasarnya adalah upaya hasil pemilihan
kata tertentu yang digunakan dalam kalimat, alinea dan wacana. Diksi atau
pemilihan kata adalah salah satu unsur yang sanngat penting dalam dunia karang
mengarang maupun dunia berbicara setiap harinya. Seperti yang kita ketahui
dalam karya tulis ilmiah harus menggunakan bahasa yang tepat, jelas dan dapat
difahami pembaca. Dalam memahami kata tersebut seorang penulis
A. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan pemilihan kata?
2. Apakah jenis-jenis kata?
3. Apa saja kesalahan-kesalahan pemilihan kata
yang sering terjadi dalam karya tulis ilmiah?
A. Pengertian Pemilihan Kata
Pemilihan kata atau juga disebut dengan
diksi adalah ketepatan pilihan kata untuk menyatakan sesuatu. Yang pada
dasarnya adalah hasil upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat,
alinea atau wacana. Dalam pemilihan kata yang sangat berpengaruh dalam arti
atau makna ada hubungannya antara tanda berupa lambang bunyi-ujara dengan hal
atau barang yang dimaksudkan. Dan makna sebuah kata atau sebuah kalimat adalah
makna yang tidak selalu bisa berdiri sendiri.
B. Jenis-Jenis Kata
Menurut ciri atau karakteristiknya, kata
terbagi dalam beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:
1. Kata benda (nomina).
Adalah kata yang mengacu pada manusia, benda,
konsep atau pengertian. Kata benda terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Kata benda konkrit. Contoh: gambar, meja,
langit.
b. Kata benda abstrak. Contoh : keadilan, pujian,
pembangunan.
2. Kata kerja atau verba.
Adalah kata yang menyatakan makna perbuatan,
pekerjaan, tindakan, proses atau keadaan
Jenis-jenis kata kerja:
a. Berdasarkan bentuknya
-
Kata kerja berimbuhan. Contoh: mengajar, memperhatikan.
-
Kata tak berimbuhan. Contoh: mandi, bangun, naik.
b. Berdasarkan aktif tidaknya subjek dalam
kalimat.
-
Kata kerja aktif. Contoh: menangis, membawa, pergi.
-
Kata kerja pasif. Contoh: dipukul, ditangisi, terbawa.
c. Berdasarkan butuh tidaknya terhadap objek.
-
Kata kerja transitif. Contoh: membaca, memukul.
-
Kata kerja intensitif. Contoh; tidur, pulang.
d. Berdasarkan ada tidaknya pertikel atau kata
tugas atau kata depan.
-
Kata kerja berpartikel. Contoh: akan, tentang, dengan,
atas, terhadap, dan sebagainya.
-
Kata kerja tak berpartikel. Contoh: membunuh, dimarahi,
pulang.
3. Kata sifat atau adjektiva.
Adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan
sifat keadaan orang lain, benda atau binatang.
Contoh: surat ini dipersembahkan untuk Umi Nafiah yang
cantik
4. Menggunakan kata depan, penghubung, sandang
dan seru.
a. Kata depan atau preposisi.
Adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur
pembentuk frase preposisional.
Contoh: Lia belajar sebelum maghrib
b. Kata penghubung atau konjungsi.
Adalah kata tugas yang menghubungkan dua
klausa, kalimat, atau paragraf.
Contoh: Hari ini ayahnya sakit sehingga
dia tidak hadir
c. Kata sandang
Adalah kata yang membatasi makna jumlah kata
benda.
Contoh: Sang Raja dari Kediri telah datang.
d. Kata seru atau interjektif
Adalah kata yang mencetuskan perasaan manusia,
luapan emosi, peniru bunyi.
Contoh: astaga mengapa dia disini?
5. Kata sapaan
Adalah
kata yang digunakaan untuk menagur (mengajak bercakap-cakap atau
berbicara).
Contoh: selamat pagi profesor!
6. Kata baku
Adalah kata yang penulisan dan pengucapannya
sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Contoh: Apotek ceria hari ini tutup.
7. HIPONIM, HIPERNIM, HOMONIM, dan POLISEMI
a. Hiponim adalah kata yang maknanya sudah
terangkum oleh kata yang lebih luas maknanya.
Contoh: Melati putih sangat harum.
b. Hipernim adalah kata yang umum. Kata yang
maknanya mencakup hal-hal umum dan menyangkut aspek-aspek yang lebih luas.
Contoh: Aku membeli bunga dipasar.
c. Homonim adalah kata yang sama ejaan atau
lafalnya tetapi memiliki makna yang berbeda.
Contoh: Dia bisa bermain gitar. (bisa berarti
dapat)
Ular kobra itu berbisa. (bisa berarti racun)
d. Polisemi adalah kata yang mempunyai makna yang
berbeda-beda karena terjadi pergeseran makna atau tafsiran.
Contoh: Dia
jatuh sakit. (menderita)
Uangnya jatuh ke sungai. (hilang)
8. Kata konotasi dan denotasi
a. Konotasi adalah makna kata yang tidak
sesunggunya.
Contoh: agar dia senang bawakan amplop yang tebal.
(uang)
b. Denotasi adalah makna kata yang sesungguhnya.
Contoh: surat
itu baru dibungkus didalam amplop. (amplop)
9. Kata ulang
Adalah kata yang pemakaiannya di ulang dua kali.
Contoh: mereka berkumpul-kumpul dengan
gembira.
10. Akronim
Singkatan yang dipendekkan dari satu huruf atau lebih.
Contoh: Muh.Yamin
C. Kesalahan-kesalahan umum yang terjadi pada
pemilihan kata
Diksi dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan
kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Dan menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, diksi berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras
(dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek
tertentu (seperti yang diharapkan)”..
1. Kesalahan dalam menggabungkan dalam kata dasar
dengan imbuhan
TERTULIS
|
SEHARUSNYA
|
Menterjemahkan
|
Menerjemahkan
|
Memparkir
|
Memarkir
|
Menselaraskan
|
Menyelaraskan
|
2. Menghilangkan imbuhan pada kata yang
seharusnya berimbuhan
Contoh:
Kami akan musyawarah untuk menentukan jalan keluar
dari masalah itu. Seharusnya: Kami akan bermusyawarah untuk menentukan
jalan keluar dari masalah itu.
3. Kesalahn dalam menuliskan gabungan kata yang
mendapat awalan dan akhiran
Contoh:
Frasa
|
Bentukan yang tepat
|
Bentukan yang tidak tepat
|
Lipat ganda
|
Melipatgandakan
|
Melipat gandakan
|
Ikut serta
|
Mengikutsertakan
|
Mengikut sertakan
|
4. Kesalahn dalam menggunakan imbuhan serapan
dari bahasa asing
Contoh: Analisa seharusnya Analisis
Aktifitas seharusnya aktivitas
5. Kesalahan dalam menggunakan kata tugas dan
kata tanya
Contoh:
Restoran yang akan kita bangun dilingkungan kampus akan
membantu daripada praktik
mahasiswa. Kata daripada seharusnya dihilangkan.
6. Kesalahan dalam menggunakan kata ganti orang
Contoh:
Maaf Pak Dani kita datang ke kempung ini hanya
merepotkan Bapak dan penduduk kampung lainnya. Kata kita seharusnya
kami. Diksi dalam arti aslinya dan pertama,
merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Dan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi berarti "pilihan kata yang
tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga
diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)”..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar