KARYA
ILMIAH
Ada
beberapa syarat yang pelu diperhatikan dalam pemilihan dan penggunaan kata
dalam karya tulis ilmiah. Syarat-syarat tersebut adalah:
1) baku
2) tepat
3) benar
4) lazim
5) seksama
1. KATA
BAKU
Kata baku adalah kata yang cara
pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah-kaidah yang dibakukan. :
BAKU
|
Aktif
|
Aktivitas
|
Atlet
|
Hierarki
|
manajeman
|
TIDAK BAKU
|
Aktip
|
Aktifitas
|
Atlit
|
Hirarki
|
menejemen
|
2.
TEPAT
Yang dimaksud tepat adalah bahwa kata itu
dapat mengungkapkan gagasan secara cermat. Berikut ini contoh pilihan kata yang
tidak tepat dalam kalimat:
1. “Di
mana saya dapat membeli topi Sombreto?”,kata Tomi kepada Sabrina.
2. “Saya
mengucapkan duka cita atas meninggalnya anak ibu,”ucap Maria kepada Ibu
Isabella.
Pada
kalimat (1), pemakaian kata kata tidak tepat dan seharusnya diganti
dengan kata tanya, sehingga kalimat itu menjadi:
1. “Di
mana saya dapat membeli topi Sombreto?”,tanya Tomi kepada Sabrina.
Pada
kalimat (2) pemakaian kata mengucapkan tidak tepat dan diganti dengan turut,
sehingga kalimat itu menjadi:
2. “Saya turut berduka cita atas meninggalnya anak ibu,”ucap
Maria kepada Ibu Isabella.
3. BENAR
Pilihan kata itu harus benar, yaitu
sesuai denagn kaidah kebahasaan. Berikut ini contoh pilihan kata yang tidak
benar dalam kalimat di bawah ini:
1. Santi
telah merubah jadwal pelajaran. (
merubah diganti mengubah)
2. Siapakah
yang mengkelola administrasi perusahaan itu?. ( mengkelola diganti
mengelola)
3. Pirsawan televisi tidak pernah
melewatkan siaran Dunia dan Berita.( pirsawan diganti pemirsa)
4. LAZIM
Lazim
berarti bahwa kata yang dipakai adalah bentuk yang sudah dibiasakan dan bukan
merupakan bentuk yang dibuat-buat. .
Contoh:
1. Afgan
sedang mencari bayu di luar rumah
2. Silvi
memetik puspa di kebun.
Kata
bayu pada kalimat (1) hendaklah diganti kata angin dan kata
puspa pada kalimat (2) hendaklah diganti dengan kata bunga.
5. MAKNA
LUGAS
Makna lugas (denotatif) adalah
makna yang mengalami perubahan ataupun penambahan. Lugas dalam hal ini disebut
juga’makna asal’. Makan inilah yang harus digunakan dalam karya tulis ilmiah.
Misalnya, apabila digunakan kata panas, maka makna panas dalam karangan ilmiah harus berarti
‘suhu’ dan tidak boleh bermakna yang lainnya.
Penulisan kata
Berikut adalah
ringkasan pedoman umum penulisan kata.
1)
Kata dasar
ditulis sebagai satu kesatuan
Contoh: ibu
yakin bahwa engkau bisa.
2)
Kata turunan
a.
Imbuhan (awalan,
sisipan, dan akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar.
Contoh: bergeletar,
dikelola, gerigi, duduki
b.
Jika kata dasar
berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang
langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk
memperjelas.
Contoh: bertepuk
tangan (bertepuk-tangan), garis bawahi (garis-bawahi)
c.
Jika kata dasar
berbentuk gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur
gabungan ditulis serangkai.
Contoh: menggarisbawahi
(menggaris-bawahi), dilipatgandakan (dilipat-gandakan)
d.
Jika salah satu
unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai.
Contoh: adipati,
mancanegara, telepon, nonaktif
e.
Jika huruf awal
kata dasar adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung.
Contoh:
non-Indonesia, se-ASEAN [2]
f.
Jika kata maha
sebagai unsur gabungan diikuti kata esa dan kata yang bukan kata dasar, unsur
gabungan itu ditulis terpisah.
Contoh: Tuhan
Yang Maha Esa, Maha Penyayang
g.
Jika kata peri
sebagai unsur gabungan diikuti kata yang bukan kata dasar, unsur gabungan itu
ditulis terpisah.
Contoh: Segala
tindakannya berdasarkan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Beberapa guru
memperlihatkan perilaku siswanya dengan baik.
3)
Bentuk ulang
ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.
a.
Bentuk ulang bermakna
tunggal
Contoh:
lumba-lumba, kupu-kupu
b.
Bentuk ulang
bermakna jamak
Contoh:
anak-anak, buku-buku
c.
Bentuk ulang
berubah beraturan
Contoh;
teka-teki, ramah-tamah
4)
Gabungan kata
atau kata majemuk
a.
Gabungan kata,
termasuk istilah khusus, ditulis terpisah.
Contoh: duta
besar, orang tua, sepak bola, ibu kota
b.
Gabunga kata,
termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat
ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian.
Contoh:
anak-istri saya, mesin-hitung tangan
c.
Beberapa gabungan
kata yang sudah lazim ditulis serangkai.
Contoh:
daripada, apabila, matahari, saputangan, sekaligus
5)
Kata ganti kau-,
-mu, -nya ditulis serangkai.
Contoh:
kumiliki, kauambil, bukumu, miliknya
6)
Kata depan atau
preposisi di, ke, dari ditulis terpisah, kecuali yang sudah lazim, seperti
kepada, daripada, keluar.
Contoh: di
dalam, ke Jakarta, dari Malang
7)
Artikel si dan
sang ditulis terpisah.
Contoh: Sang
Harimau marah kepada sang Kancil.
8)
Partikel
a.
Partikel –lah,
-kah, ditulis sserangkai.
Contoh: bacalah,
siapakah
b.
Partikel –pun
ditulis terpisah, kecuali yang
lazim dianggap padu, seperti adapun,
bagaimanapun, biarpun, dan meskipun.
Contoh: apa pun,
satu kali pun
c.
Partikel per-
yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan ‘setiap’ ditulis terpisah.
Contoh: per 1
Maret, per helai
Penulisan Akronim dan Singkatan
Akronim adalah singkatan berupa
gabungan huruf awal, suku kata, ataupun huruf dan suku kata dari deret kata
yang diperlakukan sebagai kata. Singkatan adalah bentuk kependekan yang terdiri
atas satu huruf atau lebih.
Berikut
adalah pedoman penulisan akronim dan singakatan yaitu:
a.
Akronim bukan
nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun huruf dan suku kata
dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil dan tidak diakhiri tanda
titik.
Contoh:
Benar
|
salah
|
Pemilu
|
Pemilu
|
Rapat
|
Rapat
|
b.
Akronim nama
diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari
deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital dan diakhiri tanda titik.
Contoh:
BENAR
|
SALAH
|
Golkar
|
GOLKAR
|
Akabri
|
AKABRI
|
c.
Akronim nama
diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan
huruf kapital dan tidak diakhiri tanda titik.
Contoh:
BENAR
|
SALAH
|
DPR
|
D.P.R.
|
PT
|
P.T.
|
d.
Singkatan umum
yng terdiri atas satu kata diakhiri tanda titik.
Contoh:
BENAR
|
SALAH
|
no.(nomor)
|
No. NO.
|
hlm.(halaman)
|
Hal,Hlm.
|
e.
Singkatan umum
yang terdiri atas dua kata, masing-masing singkatan kata diikuti tanda titik.
Contoh:
BENAR
|
SALAH
|
a.n. (atas
nama)
|
a/n
|
s.d. (sampai
dengan)
|
s/d
|
f.
Singkatan umum
yang terdiri atas tiga kata atau lebih diakhiri tanda titik.
Contoh:
BENAR
|
SALAH
|
sda. (sama dengan di atas)
|
s.d.a.
|
g.
Lambang kimia,
singkatan satuan ukuran timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.
Contoh:
BENAR
|
SALAH
|
cm
|
cm.aa
|
Rp
|
Rp.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar